in

50 Pantun Lucu Cinta Singkat 4 Baris

Pernah berbalas pantun dengan seorang teman? Rasanya menyenangkan bukan?

pantun

Pantun sering menjadi salah satu materi pembelajaran di sekolah dasar maupun sekolah menengah. Guru Bahasa Indonesia pasti tidak pernah melewatkan momen saling berbalas pantun saat di kelas.

Macam-macam pantun bervariasi. Ada yang ditujukan untuk seorang teman, anak-anak, kekasih, dan masih banyak lagi.

Cara membuatnya juga mudah, tetapi ada beberapa aturan yang harus kamu ikuti. Mulai dari memperhatikan baris, bait, serta rima.

Pengertian Pantun

Membahas tentang definisi pantun, lebih baik merujuk pada pengertian yang diberikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Berdasarkan KBBI, pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Jadi, jangan tanya tentang perbedaan pantun dan puisi. Sebab pantun merupakan bagian dari puisi, tetapi masuk kategori puisi lama.

Ada banyak macam puisi lama, termasuk pantun. Berbeda dengan penulisan puisi modern yang lebih bebas, pantun memiliki sajak yang teratur. Sajak-sajaknya pun masih dibedakan menjadi beberapa klasifikasi lagi.

Berdasarkan posisinya, ada sajak awal dan sajak akhir. Umumnya sajak selalu dilihat dari kesesuaian bunyi akhirnya dalam suatu kata, ada yang berakhir dengan sajak a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b, a-b-b-a, a-a-a-b, a-b-a-a, serta a-a-b-a.

Penggunaan sajak yang populer adalah a-a-a-a, a-b-a-b, serta a-a-b-b. Tetapi ada juga sajak bebas yang tidak mempunyai aturan tertentu. Jadi, Kamu bebas menuliskannya.

Ciri-ciri Pantun

Sebagaimana yang telah Saya sampaikan sebelumnya, pantun masuk dalam kategori puisi lama. Sehingga ada beberapa aturan tertentu yang harus dipenuhi untuk menulisnya.

Nah, kalau Kamu mau coba menulis pantun, ketahui dulu ciri-cirinya agar tidak keliru. Berikut ini adalah beberapa ciri pantun yang bisa Kamu pelajari:

1. Baris

Kalau puisi modern yang biasa Kamu baca memiliki baris yang bebas, berbeda halnya dengan pantun. Puisi lama ini memiliki aturan ketat untuk ditulis dalam empat baris per baitnya. Ada juga pembatasan suku katanya, yaitu minimal delapan dan maksimal dua belas.

Coba amati beberapa pantun yang ada di buku atau di internet. Pasti per barisnya akan terdiri dari suku kata yang telah ditentukan.

2. Sajak

Ciri-ciri pantun kedua adalah memiliki sajak yang pasti atau jelas. Kamu telah tahu ada berbagai macam sajak yang bisa digunakan, misalnya a-b-a-b, atau a-a-a-a.

Coba perhatikan satu contoh pantun berikut ini:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi

Ingat manfaat, lantas cepat dibawa

Tiada belajar tiada yang rugi

Kecuali diri sendiri di masa tua

Pantun di atas memiliki sajak a-b-a-b, di mana baris pertama memiliki akhiran –i yang sama dengan baris ketiga. Sama halnya dengan baris kedua yang memiliki akhiran –a seperti baris terakhir.

3. Susunan

Susunan disini mengacu pada empat baris yang dimiliki oleh pantun. Ada baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Baris pertama dan kedua disebut sebagai sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat disebut sebagai isi.

Sampiran pantun adalah baris yang bersifat sebagai pengantar saja. Sedangkan isi merupakan makna atau maksud dari apa yang ingin disampaikan.

4. Tujuan

Pantun selalu memiliki tujuan tertentu, baik sebagai nasihat, pujian, komedi, cinta, dan masih banyak lagi.

5. Penulis

Berbeda dengan puisi modern yang selalu disertai dengan nama penyair, pantun tidak demikian. Kamu mungkin juga pernah menanyakan ini?

Ternyata penyebabnya adalah penyebaran pantun di zaman dulu yang berbeda dengan sekarang. Sebagai karya sastra, pantun masuk dalam sastra lisan yang akan disebarkan dari mulut ke mulut. Tidak heran kalau nama penulisnya tidak diketahui.

Kalau sekarang, pantun bisa menyebar dengan mudah lewat tulisan berupa buku, atau di media sosial.

Contoh-contoh Pantun

Belum lengkap rasanya jika membahas tentang pantun tetapi tidak menyertakan contohnya. Mengingat ada banyak jenis pantun yang ada, Saya akan menyertakan beberapa contoh saja. Mulai dari pantun jenaka, percintaan, serta nasihat.

Pantun Lucu Jenaka

Seperti namanya, pantun lucu jenaka bisa membuat pembaca tertawa karena merasa terhibur.

Banyak sekali indahnya karang

Panorama bulan terang benderang

Habis uang terbitlah utang

Tak sanggup bayar pukulan melayang

Pantun Cinta

Ada yang jatuh cinta? Maka pantun seperti ini cocok untuk Kamu. Tentang cinta anak muda yang masih menggebu-gebu.

Sebatang bakau ditancap paku

Serdadu India dendangkan lagu

Tidakkah engkau lihat mataku

Seribu cinta sedang menunggu

Pantun Gombal

pantun-gombal

Pantun gombal seperti ini pasti bisa membuat wanita baper sama Kamu.

Sebelum menutup pintu

Tolong bangunin adikmu

Cita-citaku itu cuma satu

Hidup bahagia bersama kamu

Pantun Nasehat

pantun-nasehat

Berikut ini adalah pantun yang memberikan nasihat untuk rajin belajar sejak dini. Sebab kesuksesan akan diraih dengan kerja keras dan belajar yang rajin.

Joni memancing di kala fajar

Pulang menenteng banyak ikan

Bagi siapa yang rajin belajar

Pasti akan sukses kemudian

Pantun Keren

pantun-keren

Pantun teka teki memiliki jawaban untuk ditebak. Contoh di bawah ini adalah teka teki yang jawabannya “gajah”.

Sawah luas sungguh indahnya

Banyak ditemui di pedesaan

Punya ekor ditaruh kepala

Hewan apakah gerangan?

Sebenarnya masih banyak contoh dari pantun yang bisa menghibur. Kamu juga bisa menulisnya sendiri untuk dijadikan ajang berbalas dengan teman.

Sebagai bagian dari karya sastra, pantun memang patut dilestarikan. Siapapun bisa menciptakan pantun karyanya sendiri, dengan pesan lucu, nasihat, cinta, atau sesuai keinginan.

Written by Adhiarya Saputra