in

10 Pemain Liga Lokal Argentina yang Mendunia

pemain-liga-argentina-legendaris

Berkat pengelolaan pemain muda yang luar biasa, SuperLiga Argentina tidak pernah berhenti menghasilkan talenta hebat selama bertahun-tahun, sebut saja legenda seperti Hernan Crespo, Alfredo Di Stefano, dan Ariel Ortega.

Secara umum, dalam daftar ini kita akan melihat mayoritas pemain yang berasal dari dua klub papan atas Argentina, River Plate dan Boca Juniors. Kedua tim ini bisa dibilang tim tersukses di wilayah Amerika Selatan. Dan uniknya kedua klub ini selalu memiliki rivalitas yang paling kental dalam sejarah sepakbola dunia. Banyak bintang mereka yang pergi ke klub-klub terbesar Eropa, tetapi pada akhirnya, beberapa memutuskan untuk kembali sebelum menutup karir mereka seperti yang dilakukan Carloz Tevez di Boca Juniors.

Berikut adalah daftar pemain baik yang aktif maupun telah pensiun, yang mendunia bersama klub besar Eropa maupun timnas negara mereka masing-masing.

1. Alexis Sánchez

alexis-sanchez-river

Alexis Sánchez hanya menghabiskan satu musim bersama River Plate dengan status pinjaman dari Udinese tetapi itu terbukti menjadi bagian integral dari perkembangannya saat ia memantapkan dirinya sebagai pemain reguler dengan klub Serie A itu.

Sánchez menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Italia selama beberapa musim berikutnya yang berpuncak pada kepindahannya ke Barcelona pada tahun 2011.

Sánchez tampil baik di Catalunya, mencetak 41 gol dalam 141 pertandingan tetapi kedatangan Neymar pada 2013 mengurangi kesempatannya bermain dan membuka jalan untuk pindah ke Arsenal di mana ia beradaptasi dengan baik. 

Pada Januari 2018, Sanchez pindah lagi, kali ini ke Manchester United, tetapi kariernya di Old Trafford benar-benar bencana dan sekarang ia kembali menemukan performa terbaiknya di InterMilan.

2. Carlos Tévez

carlos-Tevez-Boca

Carlos Tévez adalah salah satu pesepakbola terbaik dalam sejarah Boca Juniors yang masih aktif. Dijuluki “El Apache”, ia bergabung dengan skuad muda Boca Juniors saat masih berusia 13 tahun. Tiga tahun kemudian, ia melakukan debut di Divisi Primera Argentina 2001–02. 

Sebelum meninggalkan Argentina, Tevez memenangkan Primera División, Copa Libertadores, Copa Sudamericana, dan Piala Interkontinental serta beberapa penghargaan individu seperti South American Footballer of the Year sebanyak tiga kali. 

Saat itu ia berusia 20 tahun dan sudah menjadi salah satu pemain favorit penggemar Boca Juniors dan menggunakan nomor punggung 9.

Tévez telah berkeliling dunia dan pergi ke Brasil, Inggris, dan Italia sebelum akhirnya kembalinya sensasional ke Boca Juniors pada tahun 2015.

Ia pernah meraih gelar ganda domestik di Italia bersama Juventus pada tahun 2015. Di tahun yang sama, ia mencetak sembilan gol dalam 15 pertandingan, yang berdampak besar dalam memenangkan dua gelar Primera División Argentina dan Copa Argentina bersama Boca Juniors. Itu sebabnya dia adalah pesepakbola pertama yang memenangkan dua liga domestik dan piala ganda dalam satu tahun kalender. El Apache memenangkan tiga Divisi Primera lagi di musim berikutnya.

Di akhir karirnya di Boca Juniors, Tévez memenangkan Copa dan Supercopa Argentina. Meskipun ia telah melewatkan banyak waktu jauh dari Boca, Tevez adalah salah satu pemain Boca Juniors terbaik sepanjang masa.

3. Erik Lamela

erik-lamela-river

Lamela merupakan penyerang muda berbakat dan salah satu pemain paling bersemangat yang bersala dari liga lokal Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Ia sudah menjadi andalan di tim utama River Plate sejak berusia 17 tahun.

Roma yang mengontraknya pada 2011 dan penampilannya sangat bagus sampai-sampai Francesco Totti menyatakan Lamela sebagai calon pewarisnya. Namun alih-alih bertahan di Roma, Lamela justru bergabung dengan Spurs dalam kesepakatan £30 juta di tahun 2013 sebagai pengganti Gareth Bale yang baru saja dijual ke Real Madrid.

Kini ia dikenal sebagai pemain sayap pekerja keras yang dimiliki Tottenham, terbukti dengan upaya dan komitmennya melalui banyak gol dan assist yang telah ia berikan.

4. Radamel Falcao

falcao-river-plate

Radamel Falcao memulai karirnya bersama klub Kolombia Lanceros Boyaca yang sekarang sudah tidak ada tetapi setelah itu pada tahun 2000 ia pindah ke Argentina untuk bergabung dengan tim muda River Plate.

Butuh beberapa saat untuk memantapkan dirinya di tim utama terutama karena masalah cedera tetapi ia berhasil mencetak 45 gol dalam 111 pertandingan, untuk pindah ke Porto di mana ia muncul sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Falcao telah menjadi raksasa di sepak bola Eropa, mencetak banyak gol untuk Porto, Atletico Madrid dan Monaco sebelum bergabung dengan Galatasaray di musim panas lalu.

5. Riquelme

riquelme-boca

Riquelme bisa dibilang pemain Boca Juniors paling terkenal di era1990-an. Riquelme bergabung dengan tim senior Boca Juniors setelah menghabiskan satu tahun di tim junior klub. Sebagai salah satu pesepakbola terbaik Boca Juniors sepanjang masa, Dia melakukan debut untuk Boca Juniors pada tahun 1996 dan langsung menjadi pemain kunci tim. 

Dengan kepercayaan dari manajer Carlos Bianchi, ia mendapat peran penting dalam susunan pemain yang mengantarkannya meraih tiga gelar berturut-turut: 1998 Apertura, 1999 Clausura, 2000 Apertura.

Dari 1981 hingga 1997, Boca Juniors hanya memenangkan dua kejuaraan liga. Riquelme dan Carlos Bianchi menempatkan Boca Juniors di atas takhta Argentina sekali lagi. KOmbinasi mereka bukan hanya di sepak bola Argentina, karena keduanya jugaberperan dalam meraih Copa Libertadores berturut-turut pada tahun 2000 dan 2001. Performa luar biasa Riquelme menarik perhatian klub-klub Eropa.

Pada tahun 2002, Riquelme pindah ke Barcelona untuk menjadi pengganti Rivaldo di tim Louis van Gaal. Musim itu tidak bagus untuk Riquelme. Pada akhirnya, Barcelona menggantikannya dengan Ronaldinho. 

Riquelme pun bertahan di Spanyol sebagai pemain Villarreal selama tiga setengah musim dan kemudian kembali ke Boca Juniors untuk menyelesaikan musim 2006-07 di kandang sendiri.

Kembalinya “El Torero” sangat gemilang. Riquelme mencetak tiga gol di final Copa Libertadores dan memenangkan gelar untuk ketiga kalinya. Dia tetap di Boca Juniors bahkan setelah pensiun. Kini ia menjabat sebagai wakil presiden kedua klub Boca Juniors.

6. Gonzalo Higuain

higuain-river-plate

Gonzalo Higuain hanya menghabiskan beberapa musim di tim utama River Plate tetapi dia menunjukkan kualitas yang cukup untuk dipinang oleh Real Madrid yang mengontraknya pada 2007 ketika dia masih berusia 19 tahun.

Pemain internasional Argentina ini telah memenangkan beberapa trofi selama berada di ibukota Spanyol tetapi benar-benar berkembang menjadi penyerang kelas dunia saat bermain untuk Napoli antara musim 2013-2016. Pada musim terakhirnya di Naples, Higuain menyamai rekor gol terbanyak di Serie A ketika ia mencetak 36 gol hanya dalam 35 pertandingan.

Begitulah penampilannya yang luar biasa di Naples, Juventus membayar 75 juta poundsterling untuk mengontraknya yang menjadikannya pemain termahal keempat dalam sejarah. Kedatangan Cristiano Ronaldo pada 2018 membuat Higuain tergeser. Sekarang, Higuain telah pindah ke tim MLS Inter Miami, di mana ia memiliki awal yang baik untuk mengakhiri karirnya.

7. Javier Mascherano

mascherano-river

Javier Mascherano dikenal sebagai gelandang tangguh yang sukses besar bersama River Plate, Corinthians dan Liverpool. Bahkan Mascherano diubah menjadi bek saat bermain di Barcelona.

Selama delapan musim bersama Barcelona, ​​Mascherano memenangkan banyak trofi, mengangkat lima gelar La Liga, lima Copa Del Rey, dua Liga Champions dan beberapa Piala Dunia Klub FIFA sebelum menandatangani kontrak dengan klub Liga Super China Hebei China Fortune. Dia sekarang kembali ke Argentina dengan Estudiantes yang dipimpin oleh Juan Sebastian Veron.

8. Martin Palermo

martin-palermo-boca

Martin Palermo adalah salah satu yang paling luar biasa dalam daftar pemain Boca Juniors terbaik sepanjang masa. Suatu kali Palermo mencetak gol sundulan sejauh 40 meter yang berharga untuk Boca Juniors saat melawan Velez Sarsfield. Ini masuk dalam rekor Guinness karena bola memantul hanya sekali sebelum mengenai jaring.

Dia telah mencetak banyak gol jarak jauh yang di luar akal, termasuk golnya saat melawan Independiente ketika ia berada satu langkah di belakang garis tengah lapangan. Suatu ketika saat perayaan gol di Villarreal, ia melompat ke dinding beton untuk berbagi perayaan dengan para penggemar, tetapi dinding itu runtuh dan mematahkan kaki Palermo. Pada 2010, Palermo mencetak gol penting di akhir pertandingan untuk Argentina yang membawa mereka ke Piala Dunia, di mana ia mencetak gol lagi danmenjadikannya pencetak gol tertua Argentina di Piala Dunia.

Sebagai salah satu pemain Boca Juniors terhebat sepanjang masa, Palermo menghabiskan sepuluh tahun dalam dua periode di Boca Juniors. Dia memiliki 404 penampilan di semua kompetisi dan mencetak 236 gol. 

Palermo melampaui rekor legenda Roberto Cherro dengan 221 gol, sebagian besar di tahun 1930-an dan saat ini dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub Boca Juniors dengan 236 gol.

9. Exequiel Palacios

palacios-river

Setelah bermain untuk River Plate, Exequiel Palacios bergabung dengan Bayer Leverkusen pada jendela transfer Januari setelah kesepakatan dicapai antara kedua klub.

Cukup mengejutkan ketika Leverkusen mampu mendapatkan pemain berusia 22 tahun ini dengan mudah mengingat mengingat dia telah diperkirakan akan pindah ke Real Madrid. Palacios telah membuat awal yang baik untuk selama tampil di Bundesliga Jerman.

10. Diego Maradona

maradona-boca

Maradona begitu hebat sehingga tim mana pun yang dia bela harus menganggapnya sebagai salah satu legenda. Meskipun, Maradona tidak berada di Boca Juniors untuk waktu yang lama, tapi tetap saja dia adalah pemain Boca Juniors terbaik sepanjang masa.

Seperti banyak superstar Argentina lainnya, Boca Juniors adalah pintu gerbang untuk masuk ke tim elit Eropa. Maradona menarik napas semua orang di tim pertamanya, Argentinos Juniors. Setelah lima tahun, dengan 166 caps, dan 116 gol, Maradona adalah pemain yang paling dicari di Argentina. 

Saingan berat Boca Juniors, River Plate, bahkan menawarkan tawaran besar yang bisa membuatnya menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub. Namun, Maradona mendengarkan kata hatinya dan pergi ke Boca Juniors, di mana dia selalu ingin bermain.

1981 adalah tahun terbaik bagiBoca Juniors dan Maradona. Kejuaraan Metropolitano adalah gelar ke-20 bagi Boca Juniors dan satu-satunya gelar yang diraih Maradona di sepak bola domestik Argentina. Pada tahun 1993, setelah sepuluh tahun bermain di Eropa, Maradona kembali ke tanah airnya. Pertama dia bergabung dengan klub Argentina lainnya ,Newell’s Old Boys, di mana ia hanya bermain di lima pertandingan liga. Boca Juniors adalah tujuan akhir dari kisah epik Maradona dalam sepakbola.

Sebagai salah satu pemain terbaik Boca Juniors, ia berada di Boca Juniors selama tiga tahun sebelum pensiun. Dalam musim kedua Maradona di Boca Juniors, ia memiliki 29 caps yang sebagian besar di musim pertama. 

Pertandingan terakhir Maradona di Boca Juniors adalah saat melawan musuh bebuyutannya, River Plate pada Oktober 1997. Boca memenangkan pertandingan itu dengan skor 2-1.

Written by Adhiarya Saputra