in

Kumpulan Puisi Pendek Tentang Cinta & Persahabatan

puisi-pendek

Setiap orang pasti menyukai rangkaian kata-kata indah. Seperti puisi yang sering kamu jumpai di media cetak, buku, bahkan catatan harian seorang teman.

Kamu mungkin juga memiliki bakat untuk menulis kata-kata yang dirangkai. Tetapi belum tentu kata-kata itu bisa disebut sebagai puisi. Ada aturan dan ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan jenis kata-kata biasa.

Tetapi banyak yang menyukai puisi karena pemilihan diksinya yang menggambarkan berbagai emosi. Ada rasa sedih, terharu, bahagia, serta jatuh cinta. Semuanya tergantung bagaimana penyair menulisnya.

Pengertian Puisi

Membahas tentang definisi puisi, tentu saja setiap orang memiliki pengertian yang berbeda. Ada banyak definisi yang bisa kamu jumpai, dari kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buku sastra, dan pendapat para ahli.

Jika dilihat dari KBBI, maka pengertian puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait.

Bukan hanya dari KBBI, banyak definisi muncul mengenai pengertian puisi dari beberapa ahli. Hal itu wajar, karena penikmat sastra selalu tahu bagaimana untuk memaknai sesuatu sesuai perspektif mereka. Sebagaimana hakikat sastra yang pada dasarnya memang memberi kebebasan bagi penikmatnya untuk memberi makna.

Jadi bisa disimpulkan bawhwa, puisi merupakan serangkaian kata indah yang ditulis dengan memperhatikan irama. Ada kesan atau emosi yang berusaha disampaikan, terkadang dalam kata-kata yang tersirat. Setiap orang pasti memiliki perbedaan pendapat ketika memaknainya, tetapi itulah yang membuatnya menjadi unik dan berkesan.

Sebenarnya puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu syair, talibun, gurindam, mantra, dan pantun. Masing-masing memiliki aturan kepenulisan.

Berbeda dengan puisi modern yang lebih luas, bebas, dan tidak terikat. Jadi, kali ini Saya akan fokus membahas mengenai puisi modern.

Ketika kamu ingin menulis sebuah puisi, sebaiknya memilih jenis modern saja. Alasannya karena penulisannya lebih bebas, sehingga kamu tidak harus pusing memikirkan baris atau rima.

Ciri-ciri Puisi

Sebagaimana yang telah saya bahas sebelumnya, kali ini pembahasan akan fokus pada jenis puisi modern.

Sebelumnya, apakah kamu pernah menulis sebuah puisi? Bagaimana perasaanmu saat menulisnya?

Pasti ada beberapa emosi yang tertuang, bisa sedih atau senang. Tapi tentu, salah satu dari beberapa emosi itu akan ada yang mendominasi. Semakin kamu menghayati saat menulis, hasil karyamu akan semakin indah.

Lalu, bagaimana saja ciri-ciri puisi modern? Berikut uraian singkatnya:

  • Memiliki susunan pembanding visual yang detail dan nyata.
  • Penulisan lebih bebas karena tidak terikat rima atau baris.
  • Terkadang mengandung sindiran (sarkasme).
  • Pemilihan diksi lebih singkat tetapi bermakna luas.
  • Kata-kata yang dipilih bisa formal atau informal.

Puisi sering ditulis sebagai hadiah. Baik untuk kekasih, keluarga, atau orang tersayang lainnya. Sebelum menulisnya, kamu dapat mempertimbangkan sasarannya terlebih dahulu. Lalu tulis sajak dalam catatan kecil yang cantik.

Puisi Cinta

puisi-tentang-cinta

Sebagaimana namanya, puisi cinta bisa didedikasikan untuk kekasih. Penggambaran emosi dalam jenis puisi ini harus lebih simpel tetapi penuh romantisme.

Kamu bisa menggambarkan tentang keindahan seseorang, kekaguman, atau bagaimana kamu merindukannya. Bahkan kadang juga tentang sakitnya perpisahan.

Saya kasih sebuah contoh puisi cinta dari Sapardi Djoko Damono berikut ini yang mungkin bisa jadi inspirasi kamu:

Kepada Istriku

Pendanglah yang masih sempat ada

Pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana

sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara

terpantul di dinding-dinding gua

Pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya

Waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia

langit mengekalkan warna birunya

bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata

Puisi Ibu

puisi-tentang-ibu

Kamu pasti sering mengungkapkan kasih sayang pada ibu. Tapi apa pernah membuatkan beliau puisi? Coba sesekali kamu menuliskan puisi ibu yang penuh rasa cinta. Misalnya seperti sajak ibu dari Yulis Marika berikut ini:

Ibu

Beredar bintang di garisnya

Bulan bercahaya pada lintasnya

Waktu bergulir dalam takdirnya

Aku…

Terlahir dari manusia hebat

Menyayangi tanpa batas

Mendampingi di semua kisahku

Kau…

Perempuan terbaik dalam kerajaanku

Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku

Ibu…

Aku mencintaimu

Terima kasih untuk semua waktu dan lelahmu

Ibu…

Aku mencintaimu

Puisi Guru

puisi-tentang-guru

Puisi untuk guru sering dibaca saat acara perpisahan sekolah. Terlepas dari hal itu, kamu juga bisa menuliskan kata-kata indah untuk guru tercinta. Coba perhatikan contoh puisi untuk guru dari Chairil Anwar berikut ini:

Puisi Guru

Terima kasih, Guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu

Pintar, menarik, dan gemesin

Positif, percaya diri, protektif

Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan,pemahaman yang dalam

Berpikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitive dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu

Memberikan waktumu, energi, dan bakatmu

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua

 Terima kasih, Guru

Kau telah membimbing kami

Aku mau menjadi sepertimu

Puisi Tentang Alam

puisi-tentang-alam

Siapapun pasti pernah mengagumi keindahan alam. Bahkan beberapa orang suka menyendiri sambil mengamati keindahan alam dan menulis puisi. Bisa jadi, contoh puisi tentang alam dari Dendi Lesmana berikut ini juga hadir dari kekaguman terhadap kecantikan alam.

Hamparan Hijau Sawahku

Pagi ini, matahari belum menampakkan sinarnya

Mungkin karena ini masih terlalu pagi

Tapi, hamparan hijau sawahku

Telah membuat mata ini menikmatinya

Betapa indahnya karunia Sang Pencipta

Begitu besar dan tak terhingga

Hamparan hijau sawahku

Adalah bukti indah karunia-Mu

Kini, matahari mulai menampakkan wajahnya

Sinarnya menyeruak di sela-sela daun

Menambah cerahnya suasana alam desaku

Hamparan hijau sawahku adalah anugerah-Mu

Sudah tertarik untuk menulis puisi? Semoga beberapa contoh di atas bisa menjadi ide atau inspirasi bagi kamu untuk mulai menulis karya.

Written by Steven Andrew