in

Pengertian Syair, Fungsi dan Contohnya

fungsi-syair

Dalam beberapa lirik lagu, terdapat kata-kata penyair atau pujangga, yaitu orang yang mengarang syair. Mungkin, zaman sekarang kata ini tak lagi sering didengar, tapi pada zaman dulu atau sekitar 80-90an kata ini begitu romantis. Pasalnya syair sering digunakan untuk menggombal lawan jenis.

Chairil Anwar, W.S Rendra, Kahlil Gibran, Taufik Ismail, dan masih banyak lagi, nama-nama ini tidak asing, kan? Mereka adalah penyair terkenal yang karyanya masih dinikmati sampai saat ini. Tapi, sebenarnya syair itu apa sih?

Pengertian Syair

Pengertian syair menurut KBBI adalah puisi lama, tiap baitnya terdiri dari empat baris yang diakhiri dengan bunyi yang sama.

Jadi, syair merupakan karya sastra yang masuk dalam kategori puisi lama. Ternyata syair berasal dari bahasa arab yaitu Syu’ur yang artinya perasaan atau Syi’ru artinya puisi. Sehingga, syair atau puisi lama ini bisa dijadikan cara berkomunikasi untuk mengungkapkan perasaan.

Tak hanya syair, puisi lama ada banyak macamnya seperti pantun, karmina, mantra, gurindam, seloka, dan talibun. Masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri sebagai pembeda. Mungkin untuk saat ini jenis puisi lama yang masih sering digunakan adalah pantun.

Memiliki ciri-ciri yang hampir mirip, orang cukup sulit membedakan pantun dan syair. Padahal mereka berbeda, lho.

Perbedaan Syair dan Pantun

Syair memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  1. Terdiri dari empat baris pada setiap bait
  2. Seluruh bait merupakan isi
  3. Jumlah kata per baris biasanya 4-5 kata
  4. Jumlah suku kata per baris biasanya 8-12 suku kata
  5. Memiliki rima yang sama a-a-a-a
  6. Menggunakan bahasa kiasan

Sementara itu, pantun memiliki ciri-ciri:

  1. Memiliki rima a-b-a-b atau a-a-a-a
  2. Dalam satu bait terdiri dari empat baris
  3. Satu baris berisi 8-12 suku kata
  4. Baris pertama dan ke dua adalah sampiran
  5. Baris ke tiga dan ke empat adalah isi

Secara garis besar perbedaan syair dan pantun adalah pada bagian penggunaan bahasa dan kalimat baris pertama dan ke dua.

Jika membuat pantun biasanya akan lebih mudah ketika membuat isinya terlebih dahulu, dilanjutkan membuat sampiran. Namun, dalam pembuatan syair akan dibuat dari baris pertama karena semuanya adalah isi.

Syair biasanya terdiri dari dua bait atau lebih. Pada setiap baitnya mengandung makna, lho. Di bait pertama penyair akan menggunakan bahasa atau kalimat saran atau pengingat. Selanjutnya, di bait kedua berisi perintah yang ingin disampaikan kepada pendengarnya.

Jenis Syair

Puisi lama memiliki ragam jenisnya, begitu pula dengan syair. Ada beberapa jenis syair yang perlu diketahui. Pembagiannya disesuaikan dengan isi atau saat ini dikenal sebagai konten. Apa saja ya?

Syair Panji

Syair panji berisikan kalimat-kalimat pelipur lara. Biasanya syair ini memiliki tema tentang pengembara, peperanga. Tak jarang syair panji yang menceritakan tentang kisah di istana karena pada zaman dahulu Indonesia terdiri dari beberapa kerajaan. Berikut contoh syair panji Ken Tambunan yang terkenal.

Jika tuan menjadi air

Kakang menjadi ikan di pasir

Kata nin tiada kakanda mungkir

Kasih kakang batin dan lahir

Jika tuan menjadi bulan

Kakang menjadi pungguk merawan

Aria ningsun emas tempawan

Janganlah bercerai apalah tuan

Tuan laksana bunga kembang

Kakanda menjadi seekor kumbang

Tuan memberi kakanda bimbang

Tiadalah kasihan tuan akan abang

Jika tuan menjadi kayu rampak

Kakanda menjadi seekor merak

Tiadalah mau kakanda berjarak

Seketika pun tiada dapat bergerak

Syair Romantis

Bagi orang yang kelahiran tahun 80an mungkin sempat menggunakan syair romantis untuk pacar. Syair jenis ini cukup populer, banyak kawula muda yang jadi pujangga dadakan. Salah satu contoh syair romantis dari Kahlil Gibran.

Merenda sebuah tali kasih

Kusimpul menjadi satu hati

gambaran jiwa yang terluka

bagai langit meratap sendu

kala bias cinta menghilang

sakit itupun datang tanpa permisi

rembulan tak menyisakan senyum.

Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan

Syair Kiasan

Kata kiasan merupakan kata-kata yang diungkapkan sebagai perumpamaan. Nah, syair kiasan adalah syair yang berisikan sesuatu perumpamaan kejadian tertentu.

Aku hanya sepatu biasa

Tak seindah sepatu kaca

Yang berkilau seperti mutiara

Dan membuat mata berkaca

Aku hanya sepatu kusam

Sering membuat orang masam

Jangan pasang wajah masam

Karena wajah sedang tak lebam

Syair Sejarah

Seperti jenisnya, syair ini berisikan cerita atau peristiwa sejarah. Tak hanya kejadian saja, syair sejarah juga bercerita tentang tokoh atau tempat bersejarah. Salah satu contoh syair sejarah yang pernah dibuat oleh Soedirman kala sakit. Syair ini dibuatnya untuk para perawat, khususnya Marie.

“Anakku, Marie!

Sebagai kata perpisahan ku pesankan

padamu selaku djuru rawat

Jang memeluk agama:

“Bekerja dengan rela gembira”

“Berdjoang dengan girang-girang”

“Untuk Agama, Nusa, dan Bangsa”

Selanjutnya harus:

Ichlas, Sabar, dan Longgar dada.

Bapakmu

jang tresno

ttd

R. Soedirman”

Syair Agama

Jenis syair agama berisi tentang pelajaran, kaidah, perilaku dan sebagainya dalam beragama. Biasanya ini akan dijadikan sebagai pengingat untuk umatnya agar senantiasa berada di jalan-Nya. Berikut penggalan syair agama untuk umat muslim.

Ayat-ayat suci yang selalu ku ucapkan,

Solat lima waktu kulaksanakan, 

Dzikir-dzikir selalu ku lantunkan 

Ibadah kepadamu Tuhan,

Bertaubatlah setelah berbuat salah, 

Karena kita makhluk yang lemah,

Bantu aku dan tuntunlah, 

Untuk menggapai surgamu yang indah, 

Macam-macam syair ini cukup mudah dipelajari dan masih sangat relevan digunakan zaman sekarang. Tidak ada salahnya bagi yang suka menulis, bisa menggoreskan pena di atas kertas dan tuliskan karyamu sendiri.

Written by Steven Andrew